Login to your account

Username
Password *
Remember Me

“SATUKAN LANGKAH UNTUK NEGERI”

Published in: Kegiatan Kantor

Jakarta – Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan, maka pada hari Kamis, 10 Nopember 2016 dilaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan di Lapangan Parkir Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan yang dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan Inspektur Upacara yaitu Kepala Bagian Tata Usaha Ibu Sri Warnati.  Upacara diikuti oleh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Umum, dan Pramubhakti. Dalam kesempatan ini Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Sosial RI

 

"Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Semangat Kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat-mutlak dengan tiada mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara. Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif harus mengem- bangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaurat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.  melanggar pasal 122 huruf (a) UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

 

Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil presiden H.M. Jusuf Kaila hadir dengan menawarkan VISI transformatif: "Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dafam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasira dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

 

Bung Karno mengingatkan: "Kelemahan jiwa kita ialah, bahwa kita kurang percaya kepada diri kita sendiri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar-negeri, kurang percaya-mempercayai satu sama lain, padahal kita ini pada asalnya ialah rakyat gotong-royong, kurang berjiwa gigih melainkan terlalu lekas mau enak dan 'cari gampangnya saja'. Dan itu semua, karena makin menipisnya 'rasa harkat nasional',--makin menipisnya rasa 'national dignity'--, makin menipisnya rasa bangga dan rasa-hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri."

 

Gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru, dalam bentuk: 1. Perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan; 2. Peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik. Singkat kata, Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental "untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala.

 

Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua seperti : taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para Pahlawan Bangsa.

 

Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong, maka saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasl berbagai permasalahan yang melanda, 8 dan dapat menjadi bangsa "Pemenang" mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal ini sejalan dengan Tema Hari Pahlawan 2016 yaitu : Satukan Langkah Untuk Negeri. Tema ini juga mengandung pesan kepada kita semua untuk bersatu dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri yang kita cintai ini.

 

Selain itu melalui Peringatan Hari Pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini. Selamat Hari Pahlawan Tahun 2016.”

 

 

 

Read 592 times
Last modified on Friday, 11 November 2016 02:09

Peta Lokasi

Alamat Kontak

Jl. Warung Buncit Raya No. 207
Jakarta Selatan 12790

Phone : (021)79170912 , (021)79170913,
Fax : (021)79170914
Email :   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Twitt @kanim_jaksel   Facebook Kanim_jaksel

 

LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT

 

Hotline : 081383735382 (Jam Kerja)

Email    : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.